jahit-dedel-jahit-dedel

Huaaa totally depressed perfectly……

Disaat yang lain already done sewn, gue masih berkutat dengan kerah….

jujur hasil jahitan gue emang gak rapi-rapi amat tapi bukan berarti gue gak suka ama kegiatan jahit menjahit ini. Gue suka… suka banget malah. Do sew can be added as my another softskill.

The most troublesome thing is only about the running production.

Kenapa??

In my opinion…

We are still learning, aren’t we? Kita (para mahasiswa) masih dalam tahap belajar menjahit secara professional. Nah, seharusnya yang menjadi goal dalam mata kuliah ini adalah bagaimana para mahasiswa ini bisa menjahit dengan baik dan benar sesuai standar jahitan . Bukannya, mengharuskan untuk memproduksi sekian jas almet/jas lab dalam kurun waktu tertentu.

Gue mengharapkan mata kuliah ini lebih memfokuskan pada kualitas bukan kuantiti. We are learned to be a supervisor/leader or whatever not a worker.

Back to the point…

Gue selalu menjadi yang tertinggal dalam mata kuliah ini…. dan akhirnya gue stress sendiri -_-

Padahal gue berekspetasi tinggi setelah mempelajari matkul ini selama tiga semester. Harapan gue, kualitas jahitan gue mengalami peningkatan yang signifikan bukan biasa-biasa aja kayak gini -_-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s