Bait bait tak bernama

Sepertinya malam ini kepalaku dipenuhi berbagai ungkapan-ungkapan perasaan yang mengantri untuk dituliskan sebagai kenang-kenangan bahwa aku pernah mengalami hal semacam ini.

Entah apa namanya ini.. Sebut saja sesukamu.

Anggap saja ini puisi., jika tidak juga tak apa.

Tak ada yang istimewa.. dan berlalu saja.

Putih..bersih..rapi.. Sangat berkelas.. Selesai sampai disitu.

Dan berganti bulan..

Terulang lagi kesempatan yang sama.

Kali ini air laut sedang pasang dan ombak menghempaskan batu karang.

Sampan nelayan hendak terbalik lepas kendali.

Terhanyut.. Terbawa arus..

Jika mata adalah jendela hati..

Siapa yang akan lebih dulu masuk jika tak sengaja bertemu mata..

Bak pencuri yang melewati jendela..

Pasrahkan dan ikhlaskan… Semoga yang kita lalui menjadikan diri kita sebaik-baiknya manusia..

Ku tanya padaNya, diakah?

Jika tidak jauhkanlah aku darinya.. Jangan biarkanku terhanyut dalam kesia-siaan.. Tapi jika iya maka mudahkanlah.. Dan lindungilah kami dalam cahayaMu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s