#nuhunBandung (Prolog)

Malam tanpa bulan

Langit tanpa bintang

Ku bukan sedang berpuisi tapi sedang mendeskripsikan suasana subuh dini hari ini.

Berdiri di depan balkon kamar menatap atap-atap yang seolah-olah menyentuh dinding langit.

Sembari menafsirkan suasana hati.

Ada yang berbeda dipertengahan tahun 2016 ini.. Beberapa hal yang tidak kuduga…, ya begitulah..

Salah satunya Bandung.

Kukira ku tidak akan pernah menyukai kota ini,

sebelumnya tak pernah kutemukan alasan yang membuatku rela berlama-lama di sini..

Bahkan setelah tiga tahun ku menetap, tak sekalipun kumerindukan bandung atau apapun yang berhubungan dengan bandung saat ku di rumah…
Tak terasa tahun depan menjadi tahun terakhir masa kuliahku.. dan ku belum memutuskan apakah akan melanjutkan perantauanku di sini atau di kota lain atau pulang ke kota asal.

šŸšŸšŸšŸšŸšŸšŸšŸšŸšŸšŸšŸšŸ

Dilain waktu aku akan menceritakan detail perjalanan hidupku selama merantau di Kota Bandung..

Tentang betapa hambarnya perasaanku terhadap Bandung dulu ehem hahaha šŸ˜…

Dan bagaimana Bandung menjadi saksi bisu perjalanan ku belajar, berprogres, berkarya, dan bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s