Repost

14563398_1354086631268173_2861729057455149223_n

Masih banyak anak muda yang belum punya roadmap terhadap hidupnya. Masih belum tau levelnya sendiri dan juga visinya. Salah satu penyebabnya, karena ketidaksiapan orang tua dalam mendidik anak-anaknya.

Ibu Septi Peni Wulandani percaya bahwa membangun peradaban keluarga dimulai dari ibunya. Beliau memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga setelah menikah. Namun, pilihannya bukan menjadi ibu rumah tangga biasa.


Beliau menerapkan prinsip bahwa pilihan menjadi ibu rumah tangga, tidak hanya urusan memasak, beres-beres rumah, dan lainnya. Maka beliau melabeli dirinya sebagai ibu rumah tangga profesional.

Dalam berkeluarga, yang harusnya terjadi adalah timbulnya sebuah tim yang bisa menghasilkan hasil yang optimal. Beliau sangat meyakini, bahwa Tuhan Maha Kaya. Maka ketika sedang tidak mampu meraih sesuatu, yang beliau lakukan adalah berdoa dan berusaha sekuat mungkin.
Sejatinya kita lupa, rizki itu sudah pasti. Kemuliaan yang belum pasti.
“Dua hari yang paling penting dalam hidup adalah ketika dilahirkan, dan menemukan jawaban mengapa kita dilahirkan.” dan
“Fase yang paling penting dalam hidupmu adalah fase pada saat kamu bertemu jodohmu dan fase disaat kamu menemukan jawaban mengapa kamu berdua dipersatukan.”
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s