#ceritaPKL: Ora iso jawi

Sebulan lebih ku telah berada di Sukoharjo.. tidak membuatku otomatis fasih berbicara dan memahami bahasa jawa.

Peningkatan bahasa jawaku masih sebatas aksen medok dan spontanitas mengucapkan “nggeh + suwun” dan bertambahnya perbendaharaan kata sederhana yang sering digunakan.

Beberapa hal krik krik pun terjadi karena keterbatasanku dalam berbahasa jawa -_-

  • Larang = mahal.

Ternyata dalam bahasa jawa larang berarti mahal.., salah memahami kalimat membuat orang-orang disekitarku saat itu tertawa mendengar perkataan polosku -_-

  •  belajar ngomong

Beberapa kali kucoba kosakata yang ketahui untuk bertransaksi.. seperti “pinten?”, “setunggal, pak”, “kaleh”, dsb.. tapi berujung “…..” (ngomong dalam hati, “bapak/ibu ini ngomong apa yaa?” gak tau artinya :D) 

  • Berusaha menjawab

Hal terkocak yang kulakukan adalah berusaha menjawab.. tanpa tahu arti pertanyaan yang sebenarnya.. menebak pertanyaan, dan sering salah sepertinya… hahah terlihat dari ekspresi muka penanya yang memaklumi jawabanku 😀

Contoh peristiwa (saatku berangkat sendiri ke pabrik tanpa teman yang biasanya bersamaku karena dia telah pindah kosan)

hari pertama,

Nenek tetangga sebelah yang setiap pagi menyapu pekarangan rumahnya tersenyum lalu menyapa.. tepatnya seperti sebuah pertanyaan.

Nenek: “alksjdhfgbvmcnxzpoqqwuwrzx

Aku: *artinya apa yaa? sepertinya dia menanyakan temanku mana (ngomong dalam hati) “udah duluan bu.. hehe” sembari senyum

Nenek: tersenyum

Aku: sepertinya jawabanku tepat.

hari kedua,

Nenek tetangga sebelah tersenyum dan menyapa lagi dengan pertanyaan.

Nenek: “aqwsosiyerhfvbcnzmlaieppryfsbmxkd

Aku: *hmm.. sepertinya pertanyaannya sama seperti kemaren (pikirku). “udah duluan, bu”. *memasang senyum manis

Nenek: “oiujklpmnbzcxvgsfadqewrtyrhsgbcasfiyrnspjfnha

Aku: *artinya apa yaaa? *mikir keras. “udah pindah, bu..”. *masang senyum lebar agak krik krik

Melihat ekspresi si nenek, jawabanku sepertinya gak nyambung atau kurang sesuai..entahlah

hari ketiga,

Nenek: “hjgfdasqewrtycbvzxnmkjuyioplkjhseytradvdpiurhfngssbstrw

Aku: *hanya bisa nyengir pasrah.. “udah duluan, bu… dianya udah pindah..”. ku akhiri dengan senyum manis.

hari esok dan seterusnya si nenek tidak bertanya lagi… Alhamdulillah 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s