Hi Jogja!

Naif pangkal nekat.

itulah yang dapat kusimpulkan dari apa yang kulakukan tanggal 26 dan 27 desember 2016 lalu. Memberanikan diri pergi ke jogja seorang diri.. mungkin itu adalah hal biasa bagi orang lain, tapi tidak bagiku.

Belum pernah sekalipun aku menginjakkan kaki di sana, belum pernah dalam kisah hidupku aku ke kota orang untuk pertama kalinya sendirian, apalagi aku baru dua kali naik kereta api (re: masih kebingungan dalam memesan tiket, ngantri dimana, dsb) tapi entah darimana keberanianku muncul.. hanya karena keinginan kuat PENGEN KE JOGJA.. lantas berangkat begitu saja, lupa akan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi.. bukan lupa.. tapi mengabaikan lebih tepatnya -_-

Keberangkatanku hari itu bisa dibilang merupakan dadakan yang terencana. malam sebelumnya aku memang merencanakan untuk ke jogja hari senin.. keluar kosan pagi banget jam setengah lima atau jam enam udah start menuju stasiun agar mendapatkan tiket pagi. tapi bukan aku jika tidak labil hahaha 😀

Nyatanya di hari H aku terserang males dan ingin mengundurnya menjadi selasa.. butuh waktu sekitar 30 menit untuk bernegosiasi dengan diri sendiri.. hasilnya? rencana tetap dilanjutkan..yaa walaupun ngaret dari estimasi waktu yang telah ku rencanakan. bermodalkan uang seperlunya, dengan niatan akan berhemat disana.. gak akan jajan banyak.. *Niatnya sih begitu*. dan mempertimbangkan jika tiba-tiba labilku kambuh lagi (re: pengen bermalam di jogja) maka ku putuskan membawa sabun cuci muka, sikat gigi.. dan baju berencana gak ganti 😀 atau beli aja kaos jogja.. aku sengaja gak bawa odol karena mengira di penginapan akan disediakan odol.

Awalnya gak berniat membawa hp juga, karena hp aku error, tidak akan bisa hidup tanpa di charge.. dan charge hp ku pun rusak… jadi tidak usah dibawa aja pikirku.. tapi imaji ku berhasil mengubah keputusanku.. aku beranggapan, nanti akan dipertemukan dengan seseorang yang akan membawaku ke rumahnya menawarkan penginapan dan aku bisa meminjam charge hp nya hahahahaa 😀 *biar kayak di drama-drama korea hahaha 😀 *naif memang tapi aku menyenangi kenaifan ku 😀 dan aku benar-benar mempercayai hal itu mungkin saja terjadi..

perjalanan dari kosan ke stasiun kereta tidak ada masalah.. aman terkendali. sesampainya di stasiun.. aku sedikit kebingungan.. harus mengantri di loket mana. jawab seorang petugas yang kutanya, loket 2. oke aku ngantri di loket 2. selama mengantri ku amati orang-orang memegang kertas, form pemesanan tulisannya..

ku tanya orang depanku,”harus pake kertas itu ya?”.

“ooh ini buat saya pulang nanti takut kehabisan”,begitu katanya

hmm.. tidak ada kata “harus” dalam jawabannya, kusimpulkan tidak perlu ku mengisi form itu juga dan ternyata untuk KA Prameks memang tidak perlu mengisi form tsb.

Aku mendapatkan tiket KA yang berangkat pukul 12.18. di sebuah tempat semacam ruang tunggu tapi di luar, ada beberapa komputer seperti tempat cetak tiket.. aku pun bingung lagi.. kertas yang ku dapat dari loket pembelian ini adalah tiket atau haruskah diubah dulu menjadi tiket.. ku tanyakan pada mbak-mbak disampingku tapi dia juga kurang tahu, katanya coba aja print.. lalu ku coba tapi yang keluar kertas polos tanpa tulisan.. berarti kertas yang kudapat dari loket adalah tiket.. ku simpulkan lagi ternyata tiket KA Prameks memang beda bentuk fisiknya seperti struk belanja atau bukti transfer.. tidak seperti tiket KA jarak jauh yang persegi panjang itu yang ada warna orange nya.. *pengetahuan baru*

Sembari menunggu kereta, ku mengobrol dan berkenalan dengan tiga orang ramah. dua orang sepasang suami istri kakek nenek yang membawa seorang cucu balita dan seorang mbak-mbak yang bernama ana. si nenek memberikan informasi yang sangat membantu.. dan aku bertukar nomer dengan mbak ana. mbak ana juga memberikanku buah yang bernama matoa.. kata si nenek buahnya bisa ditanam, akhirnya ku simpan deh.

sesampainya di jogja ku liat antrian panjang di loket pembelian dan kuputuskan okeey fix bermalam di jogja yeay!…  ku memilih penginapan terdekat dengan stasiun, alasan kedua males survey males milih-milih..

So the journey started then yuhuu~

aku tidak tahu harus kemana.. yang ku tahu hanya malioboro.. di perjalanan terbeli dua baju barong motif tie dye.. ku melanjutkan hingga berhenti di museum benteng, sayangnya museum tsb tutup setiap senin.. *okey bisa besok pagi pikirku, berarti aku pulang rada siangan aja kali yaa.. ku lanjutkan menuju keraton tapi juga sudah tutup.. kuhabiskan dengan keliling-keliling menikmati suasana jogja sampai akhirnya seorang bapak becak menawarkan keliling-keliling dengan tarif 20ribu, inginku menolak tapi daripada gabut gak tau harus kemana akhirnya kuterima tawaran si bapak.

pertama, diajak ke tempat pembuatan bakpia.. bisa nyicip gratis katanya… dan akhirnya aku tergoda membeli dua kotak bakpia seharga 60ribu -_-

kedua, ke pohon beringin kembar.. mencoba masangin.. iseng saja, kata si bapak becak cobain neng.. dan ternyata seru.. menyenangkan padahal biasa aja yang dilakukan tapi merasa senang sekali.. benar-benar seperti berada di dunia antah berantah dan aku asik dalam duniaku hahaha ternyata travelling semenyenangkan ini yaa.. tanpa adanya hp menambah kesempurnaan.. tidak menghubungi siapapun dan tidak ada yang bisa menghubungiku… benar-benar menghilang yeaay wkwkwkk *kayak lebay tapi beneran rasanya ituuuu….. it’s truly something! bangets 😀

destinasi selanjutnya dan terakhir entah kemana bapak becak membawaku.. tulisannya sih taman sari.. kayak taman air gitu sih.. tidak sempat melihat sekeliling karena ku langsung menuju musholla terdekat untuk solat dan pengen duduk aja. eh itu bukan musholla deng tapi masjid.. di masjid itu kulihat seorang ustad sedang mengajari beberapa anak kecil mengaji, ku tebak usianya beberapa tahun diatasku dan belum menikah hahaha *sok tahu ini*  melihat adegan itu aku berasa sedang syuting film islami seperti ayat-ayat cinta wkwkwk *abaikan* aku cuma numpang solat lalu pulang jalan kaki.. ku hitung mungkin aku telah berjalan sekitar 5 km lebih.. aku mampir membeli makanan untuk makan malam di sebuah warung kecil, kupilih menu lele berkuah.. gak tau kuah apa..warnanya kuning gitu + sayur pelengkap..

perjalanan pulang terasa lebih jauh.. mungkin karena aku yang sudah merasa lelah berjalan.. dan hal yang kurang mengenakkan pun terjadi, yaitu hampir dicium kuda -_- saat ku berjalan di sisi kiri jalan, dari arah berlawanan ada delman dan si kuda lagi ngantuk sepertinya.. dia kayak nguap-nguap gitu.. tapi mulutnya nyosor ke kanan/ ke arah jalan yang kulewati.. ku berhasil menghindar tapi karena jalan sempit dipenuhi oleh becak-becak yang ngetem, aku berhasil memalingkan badan tapi mulut kuda mengenai tas ku huhuu.. entah air liur atau apa,, pokoknya busa berwarna putih menempel di tas ku sisa ciuman singkat kuda tadi huhuu ._. okee berkah tak terduga.. setidaknya si kuda berusaha menyambutku dengan hangat hahah anggap saja begitu 😀

aku nyampe di losman tepat waktu.. sebelum magrib.. makan lalu solat lalu ke stasiun untuk sekedar mengecek antrian dan ternyata masih panjang akhir nya kuputuskan untuk membeli tiket pulang subuh aja.. malamnya ku berjalan menuju tugu.. *ceritanya lagi menikmati malamnya jogja eaaa 😀

kusimpulkan, jogja adalah kota yang sangat enak untuk berjalan kaki.. entah itu karena bangunannya atau memang suasana yang kondusif sehingga membuatku nyaman-nyaman saja berjalan jauh tanpa merasa risih atau aneh seperti di kota besar pada umumnya. sesampainya di tugu, duduk sebentar 10 menitan sambil melihat orang-orang sibuk mengabadikan momen mereka.. ternyata tugunya berukuran sedang.. ku kira besar dan tinggi menjulang.. aku cukup menikmati indahnya malam jogja saat itu hahah 😀 eaaa gak tau suka aja ama suasananya.. rasanya menyenangkan.. kurasa jika aku telah menikah nanti, ingin ku ajak suamiku melakukan perjalanan seperti ini.. keliling-keliling kota orang jalan kaki tanpa hp cukup kamera saja sebagai alat mengabadikan momen.. dan get lost berdua.. hahaha sepertinya seru dan romantis 😀

sebenernya gabut sih yang kulakukan.. cuma jalan kaki gitu aja.. tapi yaa suka aja.. membuat ku terlupa akan laporan PKL yang belum terselesaikan dan segala apapun tentang kegiatan ku di bandung termasuk isu-isu yang melanda negeri ini, aku lupa.. 😀 baguslah.. ahahahaa

aku duduk di perbatasan rel kereta di kerumunan para pedagang kaki lima.. aku memesan roti maryam isi keju makan di tempat sambil melihat orang lalu lalang menyebrangi rel, menunggu palang rel terbuka dan begitu saja berlalu berganti orang.

satu hal lagi yang ku senangi.., aku tidak merasa aneh ataupun krik krik dalam kesendirianku.. membuatku lega karena setidaknya aku tidak terlihat seperti anak gadis yang kabur dari rumahnya dan tak tahu harus kemana kan? haha 😀 *walau aku bisa menyadari ada beberapa orang yang menatapku heran penuh tanya kenapa aku sendiri..

niat berhematku gagal total.

Perjalanan pulang ke losman cukup seram padahal masih jam 8an, sebenarnya tidak terlalu menyeramkan sih.. hanya saja karena aku berada di tempat baru dan cukup asing, aku tidak bisa mengukur sisi gelap kota ini seseram apa… satu hal yang paling nyata membuatku merasa ngeri hanyalah tulisan jualan obat kuat yang tulisannya terpampang besar di warung-warung kecil di sekitar losman yang ku tempati -_- SEREM. membuatku meragukan keamanan penginapan yang ku tempati.. bukan tempat yang aneh-aneh kan yaa? ._. dan alhamdulillah aku aman hingga ku terbangun huuftt~

ku terbangun pukul 3 dini hari dan langit hujan.. so sweet! dan artinya aku harus mengubah rencana yang tadinya pengen pulang siang menjadi pagi. okeey gapapa.. ku anggap ini kode aku harus ke sini lagi untuk kedua kalinya hehe.. ku pesan tiket jogja-solo jam 7.35.. masih ada waktu untuk sarapan dan merasakan paginya jogja yuhuuuu~

Pagi itu sarapan gudeg ter-enak yang pernah ku makan hahhaa 😀 *itu memang yang pertama hehe…  Aku sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi karena hal-hal yang kulakukan adalah biasa, hanya saja hal sebiasa itu terasa semenyenangkan ini. Rasanya tuh yaaa.. seolah-olah pangeran aku ada di jogja 😀 haha enggak deng..

Rasanya tuh yaa…

Baper yang TERMAKSIMALKAN! 

Advertisements

16 thoughts on “Hi Jogja!

  1. veera says:

    Lah. Aku baru tau kalo tiket Prameks beda. Belum pernah coba ehehe.
    Itu, yang lele berkuah, mungkin lele mangut ya? Kuahnya kuning santan gitu bukan? klo iya berarti bener lele mangut 😀
    Aaaaah. Tau lagi ke Jogja gitu kenapa gak mampir rumah kemareeeen -____-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s