Cerita menuju pulang

Finally…, aku bisa menulis dengan bebas tanpa harus malu terbaca orang yang duduk disebelahku selama di kereta.

Bukan karena dia telah pergi tapi aku yang meninggalkannya wkwkkwk 😂 *abaikan

*biarkan aku bercerita* 

Entah siapa namanya tak sempat kutanyakan. 

Dia hadir saat keretaku berhenti di stasiun jogja. Ku tebak, sepertinya dia mahasiswa perantauan. 

Karenanya, aku jadi tidak melanjutkan tulisan yang sedang kutulis.. Malah menulis cerita sekilas info. Sebelumnya, aku malah tertidur bangun tertidur bangun -_-

Dalam diam kulihat bayangannya melalui kaca jendela (kursiku dekat jendela,seolah sedang melihat keluar padahal aku melihat ke dalam), terlihat gabut sama hal nya aku. Kusimpulkan begitu karena dia banyak melakukan gerakan. Beberapa kali ku terbangun karenanya. 

Kesimpulanku yang lain., dia bukan seseorang yang selalu memegang hpnya., maksudku berlama-lama menatap layar hp membuka medsos, chattan, atau semacamnya.. Dia menggunakannya seperlunya. seperti mendengarkan lagu.. *semua kesimpulanku tentang dirinya hanyalah tebakan berdasarkan apa yang terlihat & terasa..

Kali itu aku terbangun lagi, dan kulihat dia membuka laptop.. Entahlah.. Aku tidak tahu dan mencoba tidur lagi.. 

Dalam usahaku tidur kembali kudengar dia sedang menjawab telpon dari ayahnya.. Dari caranya berbicara, kusimpulkan lagi.. Dia seorang yang ramah.. Dan suaranya membuatku gagal merem hahaha

Setelah itu, kulihat lagi sepertinya dia kehabisan cara mengatasi ke-gabut-an.. Dan akhirnya dia mengeluarkan buku tebal.. *membaca memang cukup efektif mengatasi ke-gabut-an. 

Ku menoleh melihat bukunya.. Sepertinya dia tahu aku kepo.. Seharusnya aku bisa bertanya, memulai pembicaraan.. Menghancurkan keheningan ini.. Tapi kuurungkan niatku.. Ku memilih tidur lagi aja. 

Sampai akhirnya kuputuskan, membuat tulisan baru.. Setidaknya ku menulis, apapun itu. Sebenarnya aku merasa tidak leluasa menulis jika tepat disampingku ada orang.. Dan kurasa dia tahu aku sedang menulis blog.

Menulis tentang situasi terkini seolah-olah sedang live report malah menambah rasa krik krik krik yang kurasa., 

Ingin rasanya ku ajak berbicara, tapi terlanjur saling mendiamkan..

Sesaat kemudian aku pun benar-benar tertidur.. 

Ku terbangun disaat yang tepat, karena pemberhentian selanjutnya adalah tujuanku. 

Kulihat dia masih di sampingku, ku pikir kita setujuan.. 

Dia mengeluarkan charger, memasangkan ke hpnya lalu menyodorkan kepala charger kepadaku.. Tanpa suara tanpa kata tapi ku mengerti maksudnya.. 

Seandainya dia mengeluarkan satu kata saja kepadaku, niscaya akan ku berikan banyak kata untuknya.. HAHAHA 😂😂

Sepertinya dia memang tidak berniat mengobrol dengan orang asing.. 

Ku kira bandung adalah akhir dari rute kereta ini. Ternyata, ku salah.

Saat pengumuman bahwa kereta telah sampai di stasiun kiara condong Bandung digemakan.. 

Ku menunggunya bergerak. Membuatku heran kenapa dia tidak bergegas. 

Saat ku rapihkan ranselku, dia beranjak dari duduknya memberikanku jalan.. 

Koperku yang besar menyulitkanku membawanya.. 

Mengetahui dia melihatku membuatku salah tingkah.  

Kereta mulai berjalan dan aku belum sempat turun.. Akhirnya ku loncat di pintu terdekat.. Aksi nekat., untungnya mendarat dengan baik walau tak sempurna 😂

Kesimpulan terakhirku, sepertinya dia pria baik-baik.

Advertisements

7 thoughts on “Cerita menuju pulang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s