Sunday! Soon or bye?ย 

Minggu, 08 Januari 2017. Sekitar kurang lebih selama 9 jam aku berada (re: beraktifitas) di luar kosan, rekor terlama selama 8 hari ini ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘  sungguh terharu atas pencapaian ini ahhaahaa ๐Ÿ˜ 

Beberapa hari sebelum hari minggu ini, aku terinfeksi galau, agenda mana yang harus ku prioritaskan, mana yang harus ku coret dari daftar, atau tidak menghadiri agenda manapun atau menghadiri semuanya tapi bagaimana? ๐Ÿ˜ง

Bermula dari awal bulan januari lupa tanggal berapa… Sebuah undangan pernikahan salah seorang anggota PPC datang padaku… 

Oke jadwalku kosong di tanggal itu…*memantapkan hati untuk datang. Kuhubungi teman yang lain menanyakan kehadirannya, karena akan canggung rasanya jika kudatang sendiri tanpa mereka. 

Belum kutuliskan cerita yang sebelumnya terjadi…

Jadi, Saat aku PKL dan masih berada di Solo.. Mereka (re: beberapa teman di PPC) memutuskan untuk keluar dari manajemen Alzin Group (re: gaya realty(properti), Young Entrepreneur Forum(YEF), PPC dll yang dibawah naungan Alzin group).

Disaat kutahu mereka memutuskan demikian, ku sempat kehilangan arah, bingung atas nasibku di properti.. 

Alasannya: 

1. Aku masih sangat awam dalam dunia properti dan mereka lah tempatku berkonsultasi selama ini. 

2. Ku tergabung ke dalam manajemen PPC selama kurang lebih 2 bulanan, adanya interaksi dan melakukan hal bersama membuatku merasa lebih dekat dengan mereka dibanding foundernya sendiri. 

Saat ini statusku hanyalah member pasif PPC.. & agen gaya realty yang juga pasif menuju vakum (sekarang aku berhijrah ke properti syariah).

Oke mereka datang, aku pun datang saja.. Setidaknya ada yang kukenali di tempat acara. 

Sampai pada suatu hari, ku terima informasi, i’dad murrobi diadakan pada tanggal yang sama.. Hmm ๐Ÿค” dan informasi selanjutnya, tidak ada Liqo (mentoring) di minggu kedua januari tapi diganti dengan menghadiri kajian LEKAS jam 1 siang.. Pada tanggal yang sama juga, Hmmm ๐Ÿค” saat itu kondisi dompetku benar-benar kosong. 

Ke kajian? Naik angkot. Ke kondangan? Naik angkot + beli kado.

Ditambah lagi ada perasaan aneh yang mengurungkan niatku ke kondangan, entah kenapa kuragu.. entah perasaan apa ini namanya.. Intinya aku tidak ingin bertemu mereka.. Tiba-tiba aku menjadi bingung kenapa aku bingung jika bertemu lagi (?) 

Entah darimana perasaan sungkan, tak enak hati, canggung & heuheu feeling itu berasal.. Karena faktanya aku masih berkomunikasi melalui grup chat komunitas bentukkan mereka karena aku tergabung di dalamnya. Walau tidak secara personal chat to chat seperti dulu karena memang tidak ada keperluan khusus. Pengecualian untuk satu orang, dia memang yang paling sering bercanda & memulai obrolan denganku. Jadi, kepada yang lain (si a,b,c,d,e) komunikasiku hanyalah berupa pertanyaan terkait properti layaknya rekan kerja -_-, sedangkan kepada si satu orang pengecualian ini (si f) layaknya teman bermain. 

Setelah beberapa hari melewati masa plin plan ku, akhirnya di malam sebelum hari minggu tersusunlah rencana sbb: 

Paginya hadir i’dad murrobi, katanya jam 11 seharusnya telah selesai maka masih ada waktu sebelum jam 1 untuk menghadiri kondangan, setelah itu mengikuti kajian. 

I’dad murrobi berjalan tanpa kendala, just so so. 

Di tempat hajatan, ku mencari sosok mereka tapi tak terlihat.. Ku rasa mereka sudah pulang.. *soalnya mereka telah hadir dari jam 8 pagi sebelum prosesi akad dimulai. Saat ku mengantri makanan, pandangan ku tertuju pada segerombolan pemuda yang duduk lesehan sedang makan (persediaan kursi memang terbatas, konsep acara sepertinya standing party). Ah itu mereka, belum pulang ternyata. 

Masih dalam kondisi belum siap untuk bertemu lagi, selain bertambahnya volume pipi beserta penggembungan daging dibagian bahu, lengan dan adanya bekas jerawat di jidat memperkuat tekadku untuk menghindari pertemuan dengan mereka.. 

Sepertinya mereka menyadari kehadiranku. 

Saat ku mengantri mengambil zupa, si f tiba-tiba berada di samping ku, membuat kaget saja.. Saat ku menatap memastikan bahwa itu bukan ilusi, dia menoleh seolah kaget dan membercandaiku dengan tatapannya -_- tak ada kata yang yang terucap dariku selain ekspresi wajahku yang membalas ekspresi wajahnya.. Terdiam beberapa detik akhirnya dia buka suara, bertanya. 

“Sendirian?”

“Gak, berdua.” *sambil senyum riang memasang wajah ceria*

………. 

Kelupaanku menanyakan hal yang sama. Membuatnya berbalik pergi. Seperkian detik kemudian barulah muncul pertanyaan. 

Sedikit teriakku memanggil namanya agar menoleh. 

“Udah salaman?” 

“Udah”, jawabnya dan berlalu. 

Beberapa saat kemudian, kulihat mereka salaman dengan mempelai, pamit pulang kurasa. Kurasa lagi, yang kangen aku cuma si f doang ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ *gak berharap dikangenin juga sih, biar aku aja yang kangen dengan ke-kaku-an mereka yang kuanggap lucu HAHAH ๐Ÿ˜… aku mensyukuri si a,b,c,d,e tidak melakukan hal yang sama seperti f… Dengan begitu mereka tidak sempat melihat berbagai perubahan fisikku setelah PKL.. Biarlah kita bertemu di awal maret saat launching proyek setelah semua kembali normal ๐Ÿ˜†

Next destinasi, Rabbani dipati ukur. 

Untuk agenda yang satu ini aku kebingungan bagaimana merincikan isinya secara singkat kedalam tulisan.. 
Hal yang bisa kupastikan hanyalah aku berubah, sama sekali tidak mengantuk selama kajian. Pematerinya memang sangat mumpuni & memiliki kredibilitas untuk menyampaikan apa yang disampaikan, kurasa itu alasannya ๐Ÿค”

Cara beliau menyampaikan sangat bisa dipahami dan jawaban-jawaban yang diberikan juga sangat menjawab.. Membuatku benar-benar melek dan ber oooh ria. 

Kedewasaan politik tidak menjamin kedewasaan beragama, 

dan begitu pun sebaliknya.

Aku menyukai kalimat itu dan aku sependapat. 

Kajian hari itu memunculkan rasa penasaranku terhadap Turki, ingin rasanya ku kepoin lebih lanjut, tapi nanti.. Kapan-kapan ๐Ÿ˜‚ 

Sesampai di kosan ku mencari dan mem follow instagramnya.. Ternyata followingnya cuma satu, so sweet sekali. It means, tidak akan ada wajah wanita lain yang bermunculan secara otomatis di news feed-nya. Ku follow juga istrinya, kusempatkan membaca blognya..Kusimpulkan istrinya penyuka sastra. Ah baper! Sungguh pasangan yang saling melengkapi dan menyempurnakan ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜ข 

Sekian curhatan hari ini..

Bandung, 8 menuju 9 januari 2017

mengikhlaskan adalah upaya menetralkan perasaan ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s