Meletakkan Kembali 411 dan 212 pada Tempatnya

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu

Monolog Tan Panama

344

Sampai hari ini, saya masih belum mampu move-on memikirkan perkara aksi 411 dan 212. Dalam artikel terkait yang pernah saya tuliskan, saya hanya berani berkomentar soal aktivis Instagram reaktif dan alternatif pemaafan. Karena orang-orang yang menyatakan “perang” pada tulisan tersebut telah mencapai setengah lusin, mari kita urai benang kusutnya.

Sekarang, saya ingin menyatakan sikap lebih lugas dan menghilangkan unsur bercandaannya agar tidak mengakibatkan gagal paham. Demi calon anak saya yang mungkin nanti akan bertanya, “Ummi, kenapa ada minimarket 212, roti 212, dan banyak 212 lainnya? Itu angka apa?”

Tentu saja, saya harus menjawab dengan baik. Karena, dia tidak boleh googling dan malah berkesimpulan bahwa pemilik aset 212 itu penggemar Wiro Sableng. Dan karena, pertanyaan itu jauh lebih esensial daripada pertanyaan saya dulu, “Kenapa Es Teler harus 77 dan Saras harus 008?”. Tidak dijawab pun tidak masalah karena tidak penting-penting amat.

View original post 1,584 more words

Advertisements

22 thoughts on “Meletakkan Kembali 411 dan 212 pada Tempatnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s