Memilih atau dipilihkan?

kata lainnya, dijodohin (orang tua) atau menentukan sendiri (taaruf) ?

hmm.. jika melihat kondisi yang terjadi saat ini (re: adanya isu-isu mengandung sara dan meningkatnya radikalisme

ku lebih ingin dijodohkan saja, ku rasa itu lebih baik bagiku.

secara yang terlihat aku termasuk kaum mayoritas di negara ini, tapi ku merasa sebaliknya, seperti minoritas.

tentang pernikahan, itu adalah kerjasama antara 2 manusia yang menyamakan visi dan misi menuju Tuhan.

Se-visi belum tentu se-misi. 

Setujuan belum tentu sejalan. 

aku sering kali lupa perihal mudah bagiNya.

mudah bagiNya mempertemukan yang se-visi & se-misi. Mudah bagiNya menyatukan 2 orang berbeda menjadi sama dalam menentukan arah. Mudah bagiNya memungkinkan segala yang terasa tidak mungkin dalam sekali ucap “kun fayakun“. Mudah bagiNya memberikan rahmat & hidayahNya kepada yang dikehendakiNya.

🌼

Advertisements

2 thoughts on “Memilih atau dipilihkan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s