Tersadarku (1)

Tanpa kusadari, ku begitu lengah…

Tersadarku, 

Batu tak lagi keras, air tak lagi jernih dan benak tak lagi kosong… 

Aku terdiam dalam kebingungan..

Sengajakah ia? Entahlah, aku tak pernah tahu.. 

Tatapan itu (hampir) menggoyahkan ku.

Aku mungkin salah dan dia mungkin benar.. Tapi,

mungkinkah? 

Ku bukan sedang membenarkan diri, hanya khawatir.. 

Perasaan ini berlebihan. 

Selamat mengikhlaskan & meng-istiqomah-kan doa. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s