Curhat Panjang si Hati

Kali ini ku akan bercerita sedikit panjang… entah akan mengarah kemana atau mungkin gak berinti yasudah tidak apa-apa.. yang penting tertuliskan menjadi cerita yang bisa dikenang dibaca ulang hahahahaa..

Saat ku memasuki dunianya para aktivis dakwah, ada beberapa hal yang tak boleh diumbar seperti nama murrobi.. kutanya kepada senior kenapa? Agar tidak dimodusin (katanya)… membuatku mengernyitkan kening, dan bertanya dalam hati..

“Terus kenapa kalau ada seseorang yang ingin langsung menuju ke satu orang yang diinginkan?”

Kan belum tentu diterima… hahahaa 😀

Lagipula yang wajib menikahkan itu orang tua, murrobi hanyalah penghubung… jikapun di ACC oleh murrobi belum tentu di ACC orang tua 😀

Sejak awal ku memasuki dunia ini, ku telah berencana untuk tidak menyetorkan CV ku kepada murrobi ku dan menolak dijodohkan oleh ataupun dengan sesama aktivis dakwah kampus pengecualian buat si dia hahahaa 😀  *aku memang suka seenaknya sendiri

Karena aku (sok) tahu bahwa seseorang yang mengenalNya kemungkinan kecil berada di lingkungan seperti yang kumasuki ini hahhaha *feeling aja sih ini, dan kurasa feeling ku benar eaa sok tahu banget dah guaa 😀 

Makanya untuk perihal jodoh dan menjodohkan, ku lebih mempercayakan hal tsb kepada orang tuaku karena harapan mereka adalah harapanku jugaa..  dan mereka lebih tahu apa yang ku butuhkan daripada orang lain….

Khawatirku jika ku menyetorkan CV ku , kemungkinan akan diberikan kepada ikhwan-ikhwan berjidat kecoklatan agak hitam… oke aku rasis dalam hal ini hahahahaa tapi dapatku pastikan aku memiliki pemahaman yang berbeda dengan ikhwan-ikhwan yang berjidat gelap.. dan mereka pastilah tidak sepemahaman juga dengan kedua orang tuaku.. dan aku haqqul yakin jodohku bukanlah seseorang yang berjidat gelap..

Setidaknya kudapati clue pertama, carilah dia yang berjidat terang bercahaya ilahi hahaha 😀

Hal kedua…, aku tidak mau ditaarufkan dengan alumni 411/212/112/55 (maaf jika salah nomer.. aku gak hapal rangkaian aksi berjilid tsb) *maafkan kerasisanku ini :’) aku menyukai aksi sholat berjamaah yang dilakukan saat aksi 212, hanya saja efek samping tsb membuat para alumninya ketagihan melakukan serangkaian aksi lainnya yang membuatku bosan hampir enek melihat pemberitaan di berbagai lini masa… dan lagi-lagi aku haqqul yakin jodohku bukanlah alumni aksi tsb…. Kecuali Allah berkata lain hahahaha 😀

Hal ketiga.., aku tidak mau ditaarufkan dengan kader ka**i… ku merasa ada sedikit hmm.. mungkin sedikit.. intinya aku merasa sangat tidak klik dalam beberapa hal… terlebih setelah kuketahui mereka melabeli Ust. Quraish Shihab adalah seorang syiah.. aku hanya terdiam dengan tatapan polos dan wajah kebingungan saat mereka mengatakan hal itu kepadaku.. Sejak SMA ku menyimak program acara tafsir al misbah di salah satu stasiun TV dan tidak ada yang aneh… justru menambah pemahaman.. oke aku mengerti memang ada beberapa hal yang mungkin tidak dapat dipahami oleh sebagian orang yang melihat melalui kacamata syariat… dan mengenai hal itu aku tidak bisa berkata apa-apa karena bukan ranahku untuk menjelaskan dan ilmuku juga tidak sejauh itu untuk mampu meluruskan penilaian-penilaian miring tsb

Hal keempat.., aku tahu aku bukanlah tipe akhwat idaman incaran para ikhwan hahahhahaaa 😀 jika ditanya ada berapa surat atau hadist yang kuhapal..? hapal al-matsura atau doa robithoh gak..? Seberapa sholeha diriku dalam satuan persen..? Aku akan mengeliminasi diriku sendiri karena diriku tidak memenuhi standar jawaban yang diinginkan hahahaa

Sebenarnya hal ini menjadi dilema tersendiri bagiku… aku tidak ingin dilirik oleh ketiga tipe diatas (okee aku percaya diri sekali hahaha :D) tapi lingkungkan ku membuat wajah cantik dan manisku terlihat oleh mereka dan pakaianku yang terlihat syar’I dengan jilbab lebar menutup dada + kaos kaki + kadang-kadang memakai handsock ditambah lagi aku telah membiasakan diri untuk tidak bersalaman dengan ikhwan jenis apapun (jadi.. selama bukan ikhwan aku masih mau bersalaman.. *dengan syarat dan ketentuan tergantung mood aku gimana hahahaa ) hal inilah yang memunculkan kesan bahwa aku benar-benar eksklusif … dan terlihat seperti akhwat pada umumnya hahaha

Sungguh aku tidak mau ada yang memilihku karena ke-syar’i-an ku karena aku tidak se syar’I itu dan yang kubutuhkan adalah seseorang yang bermakrifat bukan bersyariat saja… paling enggak ber tarekat deng.. (penggunaan diksiku mulai kacau hahaha)

Berdasarkan persoalan diatas.. makanya aku lebih ikhlas dan lebih ridho jika dijodohkan oleh kedua orang tua daripada harus ditaarufkan oleh murrobi ku..

Oke pembahasan tentang benih-benih cinta memang selalu menarik untuk dibahas.. yasudah mumpung ingat dan lagi mood membahasnya baiklah kutuliskan sajaa..  Semoga di masa depan ku tidak menertawakan diriku sendiri yang ternyata kurang dari 12 bulan ini telah terbolak balik sebanyak mungkin lebih dari 5x hahahaa hasil dari survey jodoh wkwkk

Bukan survey sih.. tapi terinfeksi merah jambu dan Karena infeksi tsb sempat membuatku mengira dialah jodohku whuahahaa *menertawakan diriku sendiri

Dulu… maksudku tahun lalu sempatku terkesima… eaa eh bukan terkesima deng.. suka aja ngeliatnya,, bagiku ganteng hahahaa sebenar bukan karena ganteng aku suka, tapi karena aku suka makanya ganteng hahaha..

Awal perkenalanku dengannya aku langsung menjadi bahan ledekan baginya.. teman-temannya berusaha men-jomblangi-ku dengannya.. dan memang diantara yang lain dia yang paling terlihat dimataku ehem.. dan mengalihkan seluruh pandanganku hahaha… oke next..

Tapi ya sebatas itu saja.. dia kalem dan aku pun kalem… chat-an kita pun sebatas keperluan saja.. walau ku merasa sebenarnya dia ingin berbicara banyak dan berusaha lebih dekat tapi kita terlanjur kaku dan kikuk satu sama lain.. yasudah.. begitu saja.. tapi dalam hati, hatiku tertuju padanya hahahaa *yaAllah aku nulis beginian.. curhat beneran dah hahahaa…

Disaat hatiku terfokus padanya tanpa kusadari ternyata ku sedang menjalin komunikasi yang cukup dekat orang lain yang juga temannya… (sebut dia a dan orang lain ini b)

Jadi aku terinfeksi virus merah jambu terhadap si a tapi yang paling sering berinteraksi denganku adalah si b… *panjang cerita* intinya lambat laun ku merasa perasaanku berbelok.. sebenarnya aku tidak terima.. aku tidak rela.. aku lebih ikhlas menyukai si a daripada si b karena beberapa faktor. But people change and also si b. oke aku sedikit luluh dengan perubahannya.. tapi perubahannya membuatku khawatir.., tiba-tiba dia mengirimiku pesan bahwa dia akan mengikuti aksi 411… membuatku sedih tak terkira… Aku yang sangat kontra dengan aksi jilid pertama tsb merasa sangat khawatir mengetahui dia menghadiri aksi seperti itu… tapi apa mau dikata.. ku hanya bisa membalas pesannya dengan “luruskan niat”.  Kekhawatiranku yang lain terhadapnya adalah dia mendengerkan video ceramah ust. Khalid basalamah, dan mengoogling video ceramah lainnya yang nama ustadnya baru kudengar pertama kali.. perubahannya benar-benar sungguh diluar perkiraan.. aku mencurigainya mengikuti kajian salafi wahabi (entah apalah namanya maaf jika salah).. diapun mengirimiku pesan panjang tentang hukum penggunaan cadar yang membuatku entahlah…

aku memang berniat untuk berniqob tapi di lingkungan tertentu… dan satu hal terakhir yang membuatku terenyuh…. dia pro terhadap berdirinya khilafah di Indonesia.. kekhawatiranku yang benar-benar berada dalam level maksimum membuatku membeli sebuah buku yang meneliti hadist-hadist yang diusung oleh pengusung khilafah yang ditulis oleh elbukhari institute.. rencananya akan ku berikan padanya dengan harapan semoga dia memahami isi buku tsb dan  tidak menerima mentah-mentah ajakan pendirian khilafah tanpa ada kejelasan khilafah system siapa yang yang diterapkan nantinya.. dan tidak menganggap yang kontra terhadap khilafah sedang memerangi islam dan beranggapan bahwa rezim jokowi adalah rezim terzholim karena membubarkan ormas islam dan mengkriminalisasi ulama (begitu mereka menyebutnya)…

Aku memang hampir luluh dengan kebaikannya yang memang benar-benar baik… hanya saja perubahan-perubahannya yang membuatku sangat mengkhawatirkannya membuatku memutuskan untuk mengikhlaskannya saja…

Teringat perkataan mama saat kutanyakan perihal mama mau menantu yang mana :

“yang sudah mengenalNya atau yang belum?”

“yang sudahlah… biar gak usah repot”, jawab mama singkat dan jelas haha

Setidaknya jawaban mama menyadarkanku kembali tentang visi misi keluarga yang akan kubangun nanti…

Sebenarnya masih ada beberapa cerita lagi dengan tokoh pria yang berbeda tapi akan panjang jika diceritakan semua hahahaa skip ke tokoh terakhir…

Ini tokoh terakhir, disebutkan diawal aku tidak mau ditaarufkan dengan sesama aktivis dakwah kampus pengecualian buat si dia… si dia yang kumaksud disini dalam bentuk jamak alias bukan hanya satu hahahaa 😀 ku ceritakan satu diantaranya..

Dia adalah adik tingkat ku sendiri hahaha *seketika aku merasa seperti kakak tingkat yang suka dengan brondong hahha…

Sebenarnya ini hal yang benar-benar diluar dugaanku… tak pernah sekalipun ku memperhatikannya apalagi terpikirkan bahwa dia akan masuk dalam daftar yang kukira jodohku hahhaha…

Berawal dari kekagetanku di instagram, ternyata dia mem follow akun-akun yang akan ku follow.. dari semua followingku hanya dia yang memfollow akun-akun tsb saat itu.. membuatku seketika melihat isi followingnya dan berlanjut kepada memperhatikan apa yang dia like..  sampai akhirnya kusimpulkan, kita sepemikiran.. dan ternyata dia NU hmmm.. pantes saja.. ku mengajukan permintaan padanya untuk mendirikan KMNU di kampus kita… berhubung kondisi kampus yang lagi tidak memungkinkan menambah daftar organisasi eksternal dan minimnya anggota sehingga untuk saat ini tidak dulu… tapi sebagai permulaan dan investasi dakwah islam ramah maka didirikanlah media @tekstilbersholawat di instagram…

Tidak ada yang istimewa sebenarnya.. hanya saja aku terharu, dia sering kali menyemangatiku dan mensupport apa yang yang kulakukan..

Contoh : waktu hangat-hangatnya aksi bela islam dan penggiringan opini untuk tidak membeli sari roti aku me repost satu postingan yang  terkesan kontra bagi yang pro aksi tsb. Dan salah seorang followerku mengomentari “berpikir liberal boleh, asal jangan jadi liberalis”. Dan jawabanku atas komentar tsb di like oleh nya.. dan dia pun ikut berkomentar “hubbul wathon minal iman”. Itu contoh pertama.

Contoh kedua, saatku membagikan e-book keutamaan malam nifsu sya’ban di salah satu grup WA yang kumiliki.. salah satu member membalas dengan mengirimkan link video ust. Khalid basalamah.. hal tsb ku screenshot dan ku posting di instastory… dan lagi-lagi dia menyemangatiku hahahaa 😀

Contoh ketiga, dia menyemangati lagi saatku menuliskan status kekhawatiran tentang persyaratan sidang yang mungkin tidak bisa kupenuhi..

Dll.. hahhahaa 😀 *aku berharap tulisan ini tidak terbaca olehnya…

 

Manusia boleh mengira tapi Allah yang berkehendak

Manusia boleh memilih tapi Allah yang menetapkan

Dan akhirnya aku menyerahkan segalanya kepadaNya

Membiarkan diriku diatur oleh aturanNya yang indah

SELAMAT BERPERAN!

dan Selamat Menemukan!

 

 

 

 

 

 

Advertisements

7 thoughts on “Curhat Panjang si Hati

  1. Bang Ical says:

    Mereka yang mengenal Allah hanya diketahui oleh Allah sendiri, dan mereka yang juga mengenal Allah 😃

    Quree jangan mencari. Quree harus menjadi 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s