21 Ramadhan 1431 H

 

IMG-20170523-WA0002
nenek aku

Apa masa lalu selalu identik dengan kesalahan, kesedihan, dan penyesalan? tidak juga.., setiap individu berbeda.. tapi bagiku, masa lalu memang begitu.. Takdirkah ini? entahlah..

Aku tidak ingin mengingat ini, tapi seketika ku merindukannya… sangat-sangat merindukannya… Berdasarkan kalender hijriyah beliau berpulang dihari hari terakhir ramadhan (21 Ramadhan 1431 H) seperti saat ku menulis tulisan ini.

Aku sadar manusia pasti kembali, suatu hari pasti pulang tapi kapan itu rahasia.. ku boleh saja berharap bahwa nenekku akan selalu ada disisiku.. hadir disetiap momen bahagiaku.. melihatku bertumbuh, berkembang dan berbahagia.. ku berharap dia mendampingiku di masa-masa mudaku, melihatku kuliah, wisuda, mandiri, menikah dan melihat cicitnya…

Aku hanya ingin dia ada … mendampingiku, memelukku, dan mendengarkan kata-kata sayangnya… berlebihan? Mungkin, karena hanya itu harapan yang kudoakan. Harapan yang paling sangat ingin kuwujudkan, bahagia bersama nenekku sekarang dan seterusnya.

Penyesalan yang menyesakkan.., jika saja ku menurunkan sedikit egoku.., dan menggubris keanehan yang ku rasa.. mungkin rasanya tidak akan sesedih ini…

Berpisah tanpa kata, tanpa pelukkan,dan  tanpa perpisahan… pulang begitu saja.

Untuk pertama kalinya dia tidak ikut melihat kepergianku pulang ke Batam, tidak mengantarku hingga ke depan pagar rumah, tidak memberikan ciuman sayang perpisahan… sungguh diluar kebiasaan… aku sedang merajuk marah padanya.. tidak ingin menghampirinya, ku hanya menunggu di luar… sampai taxi ku datang tetap tidak ada perpisahan dengannya…

Aku pergi meninggalkan Jakarta dengan perasaan hampa..,

“Ramadhan nanti aku lebaran di Jakarta, bisa ketemu lagi”,lirihku dalam hati meyakinkan.

2 bulan kemudian, ku dengar kabar nenekku sakit… semua anak-anaknya menjenguknya termasuk mamaku.. kuingin menyusul setelah libur sekolah.., dua minggu berlalu kondisi membaik dan mama pulang…

2 hari setelah mama pulang dari Jakarta, subuh-subuh sekali ku dibangunkan dengan kabar duka….

Saat itu juga bersiap-siap untuk penerbangan paling pagi ke Jakarta.

Aku menangis di kamar mandi tanpa suara.  Sepanjang perjalanan aku terlihat tegar, aku tidak menangis di depan orang tuaku..

Pesawatku delay 2 jam, rasanya menyesakkan… aku ingin melihat nenekku untuk terakhir kalinya.. hanya itu.

Sesampai di Jakarta, macet.. Perasaanku tak terdefinisi., sepanjang jalan ku diam membisu menatap keluar kaca jendela berharap terbang sampai tujuan….

Rasanya semesta berkonspirasi melambatkan kedatanganku..

Ba’da dzuhur mayit harus dikebumikan, kudengar mama mengiyakan perkataan tanteku di penghujung telpon.

Aku pasrah…

Sesampainya di rumah duka, ku masuk ke kamar nenekku, aku menangis dan dipeluk oleh nenekku yang lain…

Berpisah tanpa kata, tanpa pelukkan,dan  tanpa perpisahan… pulang begitu saja.

maknak

Advertisements
Tagged

7 thoughts on “21 Ramadhan 1431 H

  1. Aku juga gitu, mana org org pulang dr pmkaman mbhku dn aku bru smpe rumahny mbh ku, rsanya nyesek abis gk bsa ngikuti proses pmkaman gr gr bis ngetem 😖

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s