Badai pasti berlalu

Bengkak, mataku bengkak sebesar bola kasti adalah hasil dari peristiwa hari jumat, 7 juli 2017.

Perasaanku benar-benar tidak terdefinisi, dunia serasa runtuh.. aku capek.. aku lelah.. rasanya aku gak berguna.. lebay emang.. tapi begitulah kenyataannya..

Dan kini ku bisa mengerti, perasaan mahasiswa yang tega membunuh dosen pembimbingnya ataupun mahasiswa yang nekat bunuh diri karena skripsi tidak di ACC hahhaahaa I know that feeling..

Ku bisa merasakannya.., sakit banget memang hahhahaa… mungkin jika ku tidak kuat iman, saat ini aku mungkin tinggal nama hahaha… sempat ku ingin berdoa minta cepat berpulang saja hhaha astagfirullah.. baru ingin.., tapi gak jadi kok.. aku hanya bertanya padaNya “apa aku berhenti aja gitu yaa?”

Well, aku tidak ingin menyalahkan siapapun karena memang salahku..,tapi tidak seharusnya seorang pembimbing berkata ketus nan jutek kan?.…  setidaknya sebagai sesama manusia janganlah menyakiti hati orang lain, iyakan?

Terngiang-ngiang di kepala ku beliau berkata ,”itu urusan kamu”… dan ekspresi mukanya yang datar tanpa senyuman yang membuatku selalu merasa seram setiap menghadapnya untuk bimbingan…

Entah kenapa ku merasa, beliau pilih kasih.. ke salah satu mahasiswanya yang lain terkesan begitu perhatian.. apa karena secara akademis aku tidak berprestasi makanya beliau bersikap demikian? Hmm.. aku jadi suudzon…

Selepas bimbingan, sekitar pukul 3 sore ku pulang menuju kosan.. aku menangis diperjalanan dan benar-benar tumpah saat ku sampai di kamar…

Entahlah.. aku hanya ingin menangis… melepaskan unek-unek dihatiku…

Aku gak butuh ijasah.. aku gak butuh gelar… aku hanya ingin menyelesaikan pendidikan.. foto cantik memakai toga bersama orang tuaku, keluargaku.. itu saja…

Duniaku serasa runtuh hari itu… mengulang tahun depan? Ku harap ku bisa memilih dosen pembimbing yang baru… sepanjang sore itu ku hanya menangis di depan pintu kamar..

Ku lihat ada panggilan masuk dari teman se dosen pembimbingku tapi ku hiraukan.. ku biarkan tak terjawab.. ku benar-benar tak ingin diganggu.. dan kesempatan kedua ku pun melayang…

Ternyata sore itu.. pendaftaran diperpanjang hingga pukul 6 sore.. dan seluruh mahasiswa dosbim ku diperbolehkan mendapatkan tanda tangan ACC dosbim.. ku mengetahui hal tsb 15 menit sebelum jam 6..

Ku lari ke kampus.. dan aku terlambat… secara kronologi, itu adalah kesalahanku LAGI..

Lagi-lagi duniaku serasa runtuh.. membuatku rendah diri.. merasa gak berguna.. rasanya aku hanya merugikan.. biaya hidup selama 3 tahun lebih di bandung terasa terbuang percuma tanpa hasil… dan benar-benar tidak akan ada hasilnya jika ku benar-benar memberhentikan diri..

Membuatku mempertanyakan kembali kenapa aku harus kuliah? Jika berniat hanya untuk bekerja mencari uang.. mending aku langsung bekerja, dan jualan. Toh aku tidak berniat mencari pekerjaan setelah lulus..

Aku benar-benar tidak ingin melanjutkan hal ini lagi, aku tidak ingin melihat muka dosen pembimbingku yang datar, aku tidak ingin berhadapan lagi dengannya, melobi pihak kampus dan semacamnya.. TIDAK MAU! Aku benar-benar ingin berhenti.. kabur lari ke hutan.. kemana saja pergi dari sini meninggalkan Bandung.. Aku hanya ingin berhenti.. tapi jika aku menyerah apa yang akan aku lakukan??

Bagiku pendidikan memang tak harus formal, tapi mamaku keukeuh inginku melanjutkan kuliah… lakukan demi mama, katanya.

Demi mama? Justru hal itu yang membuatku terbebani selama 3 tahun ini… dan kini, alasan itu sudah tidak sanggup untuk membuatku bertahan meneruskannya…

Aku hanyalah manusia biasa yang gampang sakit hati mendengar perkataan negative… hanya saja ku pendam, ku tahan.. kurasa Allah sedang mengujiku agar menjadi seseorang yang tangguh…

Astagfirullah.. rasanya aku membenci semua orang disekitarku.. bahkan terhadap mamaku ku merasa kesal yang tidak mengerti perasaanku.. bahwa aku benar-benar tidak mau.. jika bunuh diri bukan dosa, rasanya ku ingin minum racun tikus..

Kebahagiaan memang sepaket dengan kesusahan… tapi benarkah jalan ini yang harus ku lewati?

Aku merasa lebih rela mengulang dari awal di jalan yang baru… hmmm…

Tuisan ini benar-benar menunjukkan betapa lemahnya imanku, tulisan yang sangat tidak mencerminkan seorang hamba yang mengenal Tuhannya…

Fabi ayyi ala i rabbikuma tukazziban….

Aku hanya perlu menjalaninya, aku memang salah.. tapi itu memang bagian dari rencanaNya membiarkanku melakukan kesalahan berulang sampai pada akhirnya terjadilah hal seperti ini…

Sengaja Ia menjadikanku merasa rendah diri agar tidak sombong…

Sengaja Ia menjadikanku merasa tidak berguna agar melakukan hal yang berguna…

Sengaja Ia mengaduk-aduk perasaanku agar menghargai perasaan orang lain…

Sengaja Ia menyulitkanku, agar aku tidak menyulitkan orang lain…

Sengaja Ia karena aku adalah rahasiaNya….

 

Kuputuskan,

Aku akan melanjutkan kuliahku sampai akhir dan ku bertekad akan melanjutkan pendidikan lagi… ku akan terus belajar sampai ajal menjemput… ku akan terus maju…

Ku telah mengikhlaskan apapun yang terjadi…

“Aturlah diriku sesuai aturanMu, karena kutahu aturanMu sangat indah”

Advertisements

4 thoughts on “Badai pasti berlalu

  1. Desfortin says:

    Perasan seorang mhs yg lg dirundung bnget. Itulah ujian. Itulah hjaran dan latihan. Kdang memang trasa pahit. Bgtu sulit diterima. Aku juga dlu wktu kuliah pernah dihina dan dimaki-maki d dpn umum, berasa lutut mau lpas dari persendiannya.

    Tp kmudian aku bljar dan instrospeksi akn situasi yg ada, perlahan tp psti akhirnya aku bs berdamai dg situasi yg ada. Brdmai dg si dosen. Dan terlebih, brdamai dg diriku sendiri.

    Aku tak putus asa. Badai memang psti brlalu. Sampai akhirnya akupun lulus dg nilai sangat memuaskan. Aku bhagia. Ortu bhagia. Org2 trdkat lainnya ikut bhgia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s