Qureeeee

A slice of journey

Category: Cuap Cuap

Mumtaz : Patroni

20170427_163712

Patroni, mahasiswa Teknik Tekstil 2013 kelahiran tahun 1994 asal Lombok, akrab disapa pat/patron/roni, dan aku memanggilnya Roni. Semasa menjadi mahasiswa baru, ku tidak mengenalinya, ku tidak bisa membedakan dirinya dengan Josua (mahasiswa 2013 lainnya) yang kurasa wajah mereka terlihat mirip.

Kita satu UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yaitu BTT (Bulu Tangkis Tekstil) tapi tidak pernah bertemu. Kala itu dia masih aktif sebagai pengurus himpunan jurusan (HIMATEKS) dan aku lebih aktif di UKM Teater. Sampai pada akhirnya kita berada dalam satu lingkup yang sama lagi, menjadikan kita berteman.

Read the rest of this entry »

Advertisements

Housemate : Naomi Anggraeni

20151211_190141

Menemani naomi mempersiapkan perayaan natal PMK (Persatuan Mahasiswa Kristen), Desember 2015

Akrab disapa Nao/Nom Nom/Naomi saja, asalkan jangan eni.. karena itu panggilannya di rumah. Perempuan asal cikarang keturunan batak tulen bermarga simatupang, tapi tidak tertulis di KTP maupun dokumen resmi miliknya karena kesalahan pada akte kelahiran yang tidak menuliskan marganya.

Naomi lahir 3 bulan lebih dulu sebelum aku, 18 November 1994. Jurusan Kimia Tekstil. Seorang protestan dan juga penyuka kpoper Kdrama, berfandom ELF seperti diriku. Kita bertemu pertama kali di Wiranta 1 No 3, kosan pertamaku di Bandung. Kamar kita bersebelahan, dia kamar nomer 1 aku kamar nomer 2. Perkenalanku dengan Naomi sedikit lucu, bukan dengan Naomi saja sih, tapi seluruh penghuni kosan lainnya. Aku pelupa, Aku tiba di Bandung malam hari.. perkenalan singkat saat itu tidak membuatku langsung mengenali wajah-wajah baru yang kutemui. Esoknya adalah pembagian kelompok OSMATEKS (Orientasi Mahasiswa Tekstil) dan aku sekelompok dengan 2 orang teman sekosanku, Exa dan Naomi. Aku yang benar-benar tidak mengingat mereka, memperkenalkan diri layaknya orang baru ditemui. Mereka mengingatkan,“kita kan udah kenalan, kita satu kosan loh”. Ku lupa -__-

Read the rest of this entry »

Cerita panjang hampir selesai

Melanjutkan cerita panjang belum selesai. Hmmm… mulanya aku bukanlah mahasiswi aktif berkegiatan apapun…tapi karena pada dasarnya aku suka menyibukkan diri… penting..tidak penting, jelas.. tidak jelas, capek.. tidak capek, mau.. tidak mau… sadar.. tidak sadar aku akan tenggelam bersama kesibukkan yang menyibukkan. Seolah ingin mengubur luka, mencari pembenaran atau menghilangkan ingatan. Aku berjalan tanpa arah. Ada yang ingin kutuju tapi ku disetir. Sebuah rantai mengikat dikaki, ku tak bisa pergi jauh.

Dalam 4 bulan ini ku telah mengubah rencana kedepan setidaknya sebanyak lebih dari 3 kali. Sekarang ku sedang merencanakan lagi. Ada 2 perencanaan yang kusiapkan, piihan mana yang akan kujalani, masih belum kuputuskan.

Teman kesayangan menanyakan alasan tindakanku tidak mendaftar sidang, aku tersenyum antara sedih dan bingung harus berkata apa. Kutahu mereka mengharapkan diriku membersamai mereka sampai akhir, foto cantik menggunakan toga bareng-bareng.. sungguh ku telah ikhlas menjalani keputusanku, tapi melihat mereka kecewa ku sedikit terenyuh. Iam definitely fine.

***

Aku sungguh berbahagia bisa menjadi bagian dari BEM Kabinet Perjuangan ini. Lucu, tingkah heboh hebring dan wajah ceria adik-adikku menggembirakan. Perpaduan kerja nyata, kerja bahagia dan sedikit kegilaan yang mewarnai kepengurusan ini. mereka itu sesuatu, lucu. Rabu malam lalu kita semua berkumpul di kontrakan Patroni & Hadi, mengerjakan LPJ sekaligus rapat proker terakhir. Rumah yang di kontrakan itu seketika heboh dan ramai.. makanan dimana-mana, ruangan tidak terkondisikan.

“teh quraeni.. teh quraeni..”

“kamu manggil teh reni lengkap banget, kenapa gak sekalian nama panjangnya?”

Pertanyaan elya kepada galih membuatku sadar ternyata selama ini galih memanggilku setengah lengkap, aku tersenyum hampir tertawa hahaha… galih termasuk adik yang lucu. Wajahnya lucu seperti bayi. Kuning langsat rada putih, alis tebal rapih, wajah bersih mulus tanpa jerawat dan mata yang cantik.

“teh quraeni, martabaknya dimakan..”, suruhnya

“heem… iya bentar masih ngetik. Habis ini”, jawabku

“aku beli itu sengaja khusus buat teh quraeni”,lanjutnya

“ohya? Okedeh, teteh amankan dulu”,candaku sambil mengambil mengamankan satu kotak martabak telor di depanku.

“eh jangan, ntar habis ama teh quraeni”, cegahnya

“wkwkwkkk”

“Teh quraeni mah saingan makan urang,”ungkapnya dalam bahasa sunda

Itu baru sekilas tentang galih, ada yang bernama hasan. Hari itu pertama kali kulihat rambutnya terpotong pendek. Sebelumnya rambutnya gondrong melambai entah hampir entah sudah menyentuh bahu layaknya perempuan. Ada insiden lucu dibalik potongan rambut pendeknya itu, yang tidak akan lucu jika kuceritakan tertulis. Potongan rambut barunya membuatku pangling, bukan aku saja ternyata. Elya yang sejam lebih dahulu datang daripada aku.. baru menyadari seorang laki-laki berambut pendek yang bersandar di pojok dinding adalah hasan. Ada lagi duo cewek teknik nan heboh dimanapun keberadaannya, Afiqa dan Linda. Kehebohan mereka pernah membuyarkan rapat para pengurus inti, yang tiba-tiba saja datang. Mereka berdua adalah pengagumnya hadi hahahaa. kutebak, hadi pasti tidak menyadarinya wkwkwkk…

***

Aku masih belum selesai.

Berpisah

Dalam rangka menuju hari perpisahan dengan teman-temanku, ku akan menuliskan artikel tentang mereka. Kita tidak akan benar-benar berpisah selama masih terkoneksi dengan internet… hanya saja kita mungkin tidak akan bertemu dalam jangka waktu yang tidak dapat dipastikan.

Tulisanku tentang mereka akan menjadi bagian dari cerita #NuhunBandung yang sengaja ingin ku abadikan, suatu saat ingin ku bukukan beserta lampiran dokumentasi dan atribut-atribut kenangan yang tersisa.

Beginikah rasanya hidup? Apa aku benar-benar ada? Aku masih belum bertemu dengan sejatinya diri ini..

samudera

IMG_20170905_164906_966

Ingin ku peluk dirimu

Menangis didekapmu

Tertidur pulas hingga terbangun

Kamu, kamuku

Menjaga Cita dan Harapan

Setiap orang memiliki cita-cita dan harapannya masing-masing, pasti. Hanya saja seiring waktu cita-cita dan harapan itu terlepas atau memang sengaja dilepaskan.
Deras arus mengalir membuatku terhanyut hampir melepaskan, kini ku tersangkut dan ku terjaga…

Percayalah, ku hanya perlu percaya.